Tips Memulai Menulis

Malam ini aku ingin berbagai tentang tips menulis. Tips yang akan aku bagi ini sudah sering tak bagi-bagi, tetapi gak habis-habis. Maka pada kesempatan ini aku coba bagi ulang atau aku share lagi, barangkali bisa memberikan manfaat yang lebih banyak lagi.

Sebelum menerima tips ini, perlu kita sepakati dulu, bahwa keterampilan menulis itu bukan bakat. Karena kalau masih berkeyakinan bahwa menulis itu karena bakat, itu seperti kita membentengi diri dengan upaya kita sendiri untuk tidak mau terlepas dari belenggu pemikiran yang abstrak. Merasa tidak bisa, tetapi tidak bisa menjelaskan alasannya.

Sering-sering aku bercerita dahulu sebelum memberikan tips ini, agar dasar pemikiran yang gak jelas, bahwa menulis itu bakat, bisa terkikis pelan-pelan dan yakin pasti akan bisa menulis. Ya tentu menulis apa saja, sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.

Ceritaku ini hanya sedikit memberikan gambaran, bahwa proses belajar itu sendiri sangat menyenangkan. Bukan sesuatu yang harus ditakuti. Walaupun pada proses awalnya sedikit agak berat, namun setelah melangkah beberapa tapak, barulah merasakan kesenangan dalam proses belajar tersebut.

Pengibaratan yang nampaknya mirip, adalah belajar sepeda. Walaupun tidak seberat belajar sepeda dibandingkan dengan belajar menulis. Belajar sepeda, resikonya jatuh dan kaki memar, tangan lecet dan perih, dan resiko lainnya. Namun kita tetap bersemangat dalam belajar bersepeda, agar bisa bermain sepeda dengan teman-teman. Awalnya sekali kayuh jatuh. Makin meningkat, tiga kali kayuh bisa bertahan dan baru jatuh. Lama-lama akhirnya bisa naik sepeda dan bisa muter-muter di halaman rumah. Setelah itu mulai belajar di jalan kampung. Rasanya sudah nikmat banget. Akhirnya terus belajar, dan mencapai keterampilan yang mampu melewati teman-temannya. Bisa lepas tangan satu, lepas tangan dua, bahkan roda depan diangkat. Wah.. seru dan nikmat banget rasanya. Tidak hanya sampai di situ saja, karena penasaran ingin mencoba dengan keterampilan tingkat dewa, setelah bisa mengangkat roda depan, akhirnya belajar sepeda dengan hanya menggunakan satu roda, seperti pemain sirkus. Ini tentu menjadi puncak kenikmatan dalam bersepeda.

Sama seperti belajar menulis, prosesnya tidak instan, harus tetap melewati proses seperti belajar sepeda tadi. Namun jangan khawatir kaki lecet, tangan beret, dan resiko seperti belajar sepeda. 

Dari pengalamanku yang selama ini aku lakukan, maka hanya ada 3 tips dalam belajar menulis.

  1. Tips 1: Menulis. Iya, langsung saja lakukan menulis, apa yang ada di benak kita, ide-ide kita, langsung tulis saja.
  2. Tips 2: Menulis lagi. Seperti saat belajar sepeda, walaupun jatuh bangun, tetap dicoba lagi untuk mengayuh sepedanya.
  3. Tips 3: Menulis terus. Ini sudah menjadi kenikmatan, layaknya belajar sepeda sudah sangat menikmati dengan keterampilannya dan terus berinovasi dengan gaya-gaya yang baru. Pada level ini, menulis juga sudah menjadi kebiasaan, hobi, dan kenikmatan dalam berkarya dengan menuangkan ide-ide dan gagasan untuk mendokumentasikan banyak hal penting dalam kehidupan sehari-hari. 

Jadi tipsnya adalah: Menulis, Menulis Lagi, dan Menulis Terus. Semoga bermanfaat.

 

Login Anggota