Kita sebenarnya memiliki budaya menulis, tidak seperti yang sering diperbincangkan masyarakat, bahwa bangsa Indonesia tidak memiliki budaya menulis. Budaya menulis ini terbukti dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan prasasti yang ada di Indonesia.
Peninggalan dalam bentuk tulisan sering kita sebut sebagai prasasti. Di Indonesia banyak sekali peninggalam dalam bentuk tulisan atau prasasti yang mennadai perubahan atau budaya jaman saat itu. Ini bukti bahwa bangsa kita memiliki budaya menulis.
Adapun beberapa prasasti yang telah kita ketahui adalah sebagai berikut.
Prasasti Yupa (sekitar abad 5 Masehi) - Berisi tentang kegiatan ritual keagamaan dan kehidupan masyarakat di kerajaan Kutai.
Prasasti Tugu (682 Masehi) - Merupakan prasasti tertua di Jawa, berisi tentang silsilah raja Tarumanagara dan pembangunan bendungan.
Prasasti Canggal (732 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah candi oleh raja Sanjaya dari kerajaan Mataram Kuno.
Prasasti Nalanda (832 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah stupa di Nalanda, India oleh raja Balaputradewa dari kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Borobudur (abad ke-8 Masehi) - Berisi tentang silsilah raja-raja Syailendra dan pembangunan candi Borobudur.
Prasasti Karangtengah (824 Masehi) - Berisi tentang pemberian tanah untuk pembangunan sebuah candi oleh raja Samaratungga dari kerajaan Mataram Kuno.
Prasasti Telaga Batu (856 Masehi) - Berisi tentang perjanjian damai antara kerajaan Mataram Kuno dan kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Mantyasih (904 Masehi) - Berisi tentang pemberian tanah untuk pembangunan sebuah candi oleh raja Mpu Sindok dari kerajaan Mataram Kuno.
Prasasti Kedukan Bukit (683 Masehi) - Berisi tentang pendirian kerajaan Sriwijaya oleh Sri Jayanasa.
Prasasti Kota Kapur (686 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah candi oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
Prasasti Amoghapasa (850 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah vihara di Sumatera oleh raja Balaputradewa.
Prasasti Ciaruteun (1030 Masehi) - Merupakan prasasti tertua di Jawa Barat, berisi tentang pembangunan sebuah bendungan.
Prasasti Sukabumi (1041 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah candi oleh raja Dharmakusuma dari kerajaan Sunda.
Prasasti Kedu (abad ke-10 Masehi) - Berisi tentang kegiatan keagamaan dan kehidupan masyarakat di kerajaan Mataram Kuno.
Prasasti Pasir Awi (abad ke-11 Masehi) - Berisi tentang pembangunan sebuah bendungan oleh raja Prabu Maharaja Sri Jayabupati dari kerajaan Sunda.
Prasasti-prasasti tersebut memberikan informasi penting tentang sejarah, politik, budaya, dan agama di Indonesia pada masa lampau.